ikhsan abdusyakur

Multilevel Kebaikan

In sebuah renungan on June 2, 2009 at 5:33 pm

Make one person happy each day in 40 years,
you will have made 14.600 human being happy for a little time at least

Ini adalah sebuah kisah nyata, yang saya sebut sebagai multilevel kebaikan, tentu saudara pernah mendengar istilah multilevel marketing, salah satu strategi penjualan memanfaatkan perpanjangan tangan dari satu orang ke puluhan orang lain dan terus menjadi ratusan bahkan ribuan orang lain ikut terlibat.
Lalu apa hubungannya dengan kebaikan?

sedikit kisah nyata mungkin bisa menjadi jawaban : Alkisah seseorang yang hidup dalam garis kemiskinan menderita sakit yang cukup parah. Tidak bisa membiayai pengobatan penyakitnya, orang tersebut hidup dalam penderitaan sampai suatu saat dia terjatuh pingsan karena tidak kuat menahan rasa sakit yang luar biasa. Tanpa ia sadari ketika terbangun, ia berada di rumah sakit dengan perawatan intensif nampak dari infus yang terpasang. Di sebelahnya sudah berdiri seseorang yang tidak ia kenal, sedikit perbincangan mengungkap bahwa orang tesebutlah yang menolongnya samapai membiayai seluruh pengobatan sampai ia sembuh. Dia terharu, bersyukur dan diselimuti rasa bingung dia berterima kasih kepada orang tersebut dan bertanya : ” apa yang bisa saya berikan sebagai bentuk balas budi kebaikan anda?”. Orang tersebut menjawab : ” tidak perlu, saya hanya meminta anda berjanji dapat menolong kesusahan orang lan di lain waktu, itu sudah cukup bagi saya memenuhi janji saya pada seseorang “
Sambil terbaring lesu ia kembali menanyakan maksud pernyataan itu dan apa janji orang tersebut pada orang  yang ia sebutkan. Barulah terungkap bahwa sang penolong pernah mengalami kecelakaan berat, dan ia bersyukur saat itu ada seseorang yang menyelamatkan nyawanya membawa ia ke rumah sakit sebelum ajal tiba. ” Lalu apa hubungannya penolong anda dengan saya yang membuat anda menepati janji ke orang tersebut ” tanyanya sambil terhenyak dari tidurnya. Sang penolong tersenyum dan ia berkata ” aku hanya memenuhi permohonannya “. “apa permohonannya?” sambutnya balik. “saya hanya meminta anda berjanji dapat menolong kesusahan orang lan di lain waktu, itu sudah cukup bagi saya memenuhi janji saya pada seseorang”  itulah permohonannya.

berbuat baiklah pada semua orang, dan jadikanlah kebaikan menjadi amal yang tidak pernah terputus. Tentu dunia ini akan tersa indah ketika semua orang telah berbuat baik.

Peranan HME ITB (LOMBA BLOG HME ITB)

In HME ITB himpunanku on June 2, 2009 at 5:27 pm

HME ITB

“Saya kuliah di bandung, ya Alhamdulillah masuk jurusan elektro di ITB”.

Apa yang terlintas di benak kita dan mayoritas masyarakat indonesia ketika mendengar sekilas statement dari salah seorang mahasiswa Institut terbaik bangsa tersebut??

Yaa bisa jadi terlintas bayangan sosok mahasiswa yang pintar, yang berprestasi, yang berpotensi tinggi yang akan sukses, yang akan bergaji tinggi, dan yang akan menjadi direktur perusahaan.

Selanjutnya ??

Ya bisa jadi  kita berhipotesa ketika mahasisiwa itu lulus, mereka menjadi arogan dan egois karena lebih mementingkan perut sendiri, tetapi tidak sedikit juga yang berhopotesa ketika lulus, mereka bisa membetulkan bangsa Indonesia yang sedang terpuruk.

Dari seluruh pertanyaan dan hipotesa yang muncul, menurut anda, siapakah yang paling bertanggungjawab terkait output / alumni lulusan mahasiswa ITB tersebut??

Kita sendirikah, ITB, atau himpunan yang berbasis di jurusan masing – masing,

Sudah tentu kita sendirilah yang seharusnya bisa menentukan masa depan kita sendiri yang ingin dicapai, khusunya setelah lulus dari institusi tersebut, namun sangat disayangkan masih banyak mahasiwa- masshasiisw iTB yang belum menyadari peran dan tanggung jawabnya kepada bangsa indonesia nantinya, atau bahkan belum menentukan cita cita hidupnya sendiri.

ITB sebagai institusi pendidikan, wadah mahasiawa tersebut menuntut ilmu  , sudah tentu betanggung jawab terhadap terbentuknya mahasiswa yang dididik, bahkan mebentuk mahasiswa nyang unggul memang menjasi visi pendidikan itb,  dan sekaki lagi sangat disayangkan proses pendidikan di Itb belum optimal, mahasiswa unggul merupakan robot – robot yang unggul untuk menjadi tenaga kerja siap pakai oleh perusahaan tanpa mahasiswa tersebut paham dan buta akan potensi,dan visi mereka seharusnya

Lalu dimana peran himpunan mahasiswa jurusan seperti HME ITB yang berbasis keprofesian di jurusan teknik elektro berperan untuk ITB,  Apakah organisasi kemahasiswaan yang non prfit dapat optimal mencapai tujuan yang diusung? apakah himpunan yang sering disebut sebagai wadah tempat mahsiswa meluangkan waktunya untuk beraktifitas dapat berperan membentuk mahasiswa yang unggul?

Pertanyaan ini harusnya menjadi tantangan bagi kita semua, sebagai pekumpulan mahasiwa seharusnya disinlah wadah yang tepat membuka pikiran mahasiswa – mahasiswa untuk berpikir sebagaimana seharusnya dia menjadi seorang mahasiwa, sebagai organisasi kemahasiwaan pun tertulis di peraturan akasdemik ITB,  HME ITB berperan sebagai co kurikuler (pelengkap kurikulum yang ada)membentuk mahasiswa unggul terssebut

Sudahkah HME ITB berperan optimal?? tanpa kita sadari wajah indonesia 30 tahun lagi nampak jelas terlihat di kehidupan HME ITB dalam berfungi dan berperan di setiap hariunya

Mari berintropeksi dan beranikah anda ketika ditanya “Selelesai berkuliah di ITB terus mw ngapain?”

“Meyusun langkah selanjutnya untuk mengabdi kepada bangsa dan negara”

It starts with a DREAM!!!

In sebuah renungan on June 2, 2009 at 5:12 pm

semua selalu ada awalnya, dan semua selalu ada tujuannya”

disadari atau tidak  menulis adalah sebuah tantangan bagi penulis.

Untuk itu disini penulis mencoba memulai memberanikan diri melawan segala rasa penasaran tentang arti sebuah tulisan.

Tulisan menghasilkan sejarah, tanpa sebuah tulisan setiap peristiwa tidak akan menjadi sejarah,

dan penulis bermimpi untuk memulai merangkai sebuah sejarah tentang penulis melalui tulisan ini

semoga bermanfaat